Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Oktober 2010

Konfigurasi Router Web-proxy, DHCP, HotSpot di mesin Mikrotik

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.
Baca selengkapnya - Konfigurasi Router Web-proxy, DHCP, HotSpot di mesin Mikrotik

Jumat, 19 Maret 2010

Membangun Web Server di freeBSD 7.1


Minimum Requirement :

1. PC yang sudah diinstall FreeBSD
2. Terhubung dengan internet
3. Mempunyai Hak Akses Root FreeBSD
4. Koleksi port FreeBSD yang sudah diupdate

Langkah-langkah :

1. Login sebagai root pada freeBSD

2. Install CVsup

Koleksi port yang sudah dinstall pada saat instalasi FreeBSD harus kita upgrade ke versi yang terbaru supaya tingkat keamanannya lebih baik, untuk upgrade tersebut FreeBSD :

# cd /usr/ports/net/cvsup-without-gui
# make
# make install
# make clean

salin /usr/share/examples/cvsup/ports-supfile ke direktori /root :

# cp /usr/share/examples/cvsup/ports-supfile /root/ports-supfile

Edit /root/ports-supfile :

# ee /root/ports-supfile

berikut isi ports-supfile yang saya gunakan:

#————————————————–
*default host=cvsup.freebsd.or.id
*default base=/var/db
*default prefix=/usr
*default release=cvs tag=.
*default delete use-rel-suffix
*default tag=compress
*ports-all
#————————————————–

Disini saya menggunakan mirror CVsup FreeBSD indonesia cvsup.freebsd.or.idg supaya download file-file untuk upgrade koleksi ports lebih cepat dan hemat bandwidth internasional. Jika telah selesai tekan ESC kemudian pilih menu leave editor tekan enter, pilih save changes dan enter lagi untuk keluar dari editor. Sebelum kita menjalankan CVsup mesin FreeBSD harus di restart terlebih dahulu :

# reboot

Setelah selesai restart, menjalankan proses upgrade koleksi port sebagai berikut:

# cvsup -g -L 2 /root/ports-supfile

Perintah tersebut akan mengupgrade keseluruhan port yang ada di mesin FreeBSD kita, proses upgrade akan memakan waktu sekitar satu jam bahkan lebih, tergantung kecepatan koneksi internet yang kita gunakan.

3. Install Perl

# cd /usr/ports/lang/perl5.8
# make
# make test
# make install
# make clean
# cd ~
# rehash
# use.perl port

Tiga perintah terakhir di atas untuk memberitahukan mesin FreeBSD kita supaya menggunakan perl yang baru saja kita install dari port. Jika menginginkan menggunakan perl bawaan FreeBSDnya silahkan ketik : use.perl system .

4. Install Database MySQL

# cd /usr/ports/databases/mysql51-server
# make
# make install
# make clean

Sebelum menjalankan MySQL untuk yang pertama kali, kita jalankan dulu :

#/usr/local/bin/mysql_install_db
#chown -R mysql:mysql /var/db/mysql

Jalankan MySQL dengan perintah:

#/usr/local/bin/mysqld_safe &

Jika sudah selesai silahkan edit /etc/make.conf :

# ee /etc/make.conf

Tambahkan dua baris berikut:

WITH_BDB_VER=51
WITH_MYSQL_VER=51

“Pastikan dua baris ini sesuai dengan versi MySQL kita”

Tekan enter untuk keluar dari editor dan pastikan pilih save changes.

5. Install Apache13 + ModSSL

# cd /usr/ports/www/apache13-modssl
# make
# make certificate

Pada langkah ini kita akan diminta untuk mengisi atau menjawab hal-hal yang dibutuhkan, silahkan pilih [R]SA server key untuk performa yang bagus, ubah data yang desesuaikan dengan data kita, ketika ditanya want to encrypt this key ? pilih [N]o, kemudian ikuti langkah berikut:

# make install
# make clean

6. Install PHP

# cd /usr/ports/lang/php5
# make
# make install
# make clean

7. Install PHP Extensions

#cd /usr/ports/lang/php5-extensions
# make
Pada tahap ini kita diminta untuk memilih extensi PHP yang sekiranya kita butuhkan silahkan di pilih/centang, proses compile akan memakan waktu cukup lama, tergantung extensi yang kita pilih tadi dan tergantung kecepatan internet yang kita gunakan. Setelah beres prosesnya
# make install
# make clean
Untuk memastikan web server yang baru saja kita install bisa menangani PHP Tambahkan baris berikut:
#————————————————– AddType application/x-httpd-php .php #————————————————– Supaya Apache dan MySQL jalan otomatis ketika mesin FreeBSD dinyalakan, edit /etc/rc.conf:
# ee /etc/rc.conf (tambahkan baris berikut: mysql_enable=”YES” apache_enable=”YES” tekan Esc untuk keluar dari editor dan pilih save changes)
setelah itu restart FreeBSD kita;
# reboot Jangan lupa untuk menambahkan password untuk root MySQL:
# mysqladmin -u root password (isikan password di sini) Referensi : http://www.devx.com/opensource/Article/17534
Baca selengkapnya - Membangun Web Server di freeBSD 7.1

Jumat, 26 Februari 2010

Install proxy di freeBSD

Membangun proxy server di mesin freeBSD

1. Download Source

http://www.cpan.org/src/5.0/perl-5.9.5.tar.gz

http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE13.tar.gz


2. Extract program squid

#tar -xzvf squid-2.6.STABLE13.tar.gz
#cd squid-2.6.STABLE13

#./configure --prefix=/usr/local/squid --disable-ident-lookups --enable-large-cache-files --enable-ipf-transparent --enable-removal-policies=lru,heap --enable-storeio=coss,aufs,ufs --enable-delay-pools

#make && make install

#cd /usr/local/squid/

#mkdir cache

#mkdir logs

#mkdir coss ( jika memakai coss / optional )

#chown - R nobody:nogroup cache

#chown -R nobody:nogroup logs

#chown –R nobody:nogroup coss

#cd /etc/

#ee squid.conf


isi squid.conf ( missal isi dibawah ini )


http_port 8080 transparent
icp_port 3130

hierarchy_stoplist cgi-bin ?

acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?

no_cache deny QUERY

cache_mem 8 MB

cache_swap_low 88

cache_swap_high 98

#cache_dir coss /usr/local/squid/coss 3000 max-size=256000 block-size=512

cache_dir ufs /usr/local/squid/cache 300 16 256

cache_access_log /usr/local/squid/logs/access.log

cache_log /usr/local/squid/logs/cache.log

cache_store_log none

pid_filename /usr/local/squid/logs/squid.pid

dns_nameservers 1.2.3.4 6.7.8.9 (isi DNS Server ISP )

redirect_program /usr/bin/squidGuard -c /usr/squidGuard/squidGuard.conf

#redirect_children 16

refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080

refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440

refresh_pattern . 0 20% 4320

positive_dns_ttl 24 hours

memory_pools_limit 128 MB

ie_refresh on

maximum_object_size_in_memory 100 KB

quick_abort_min 0 KB

quick_abort_max 0 KB

request_header_max_size 10 KB

request_body_max_size 4796 KB

ipcache_size 8000

auth_param basic children 5

auth_param basic realm Squid proxy-caching web server

auth_param basic credentialsttl 2 hours

auth_param basic casesensitive off

client_persistent_connections on

server_persistent_connections on

forwarded_for off

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0

acl manager proto cache_object

acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255

acl coba src 10.10.10.0/25

acl SSL_ports port 443 563

acl Safe_ports port 80 # http

acl Safe_ports port 21 # ftp

acl Safe_ports port 443 563 # https, snews

acl Safe_ports port 70 # gopher

acl Safe_ports port 210 # wais

acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports

acl Safe_ports port 280 # http-mgmt

acl Safe_ports port 488 # gss-http

acl Safe_ports port 591 # filemaker

acl Safe_ports port 777 # multiling http

acl CONNECT method CONNECT

acl sendmail port 25

http_access allow manager localhost

http_access deny manager

http_access deny sendmail

http_access deny !Safe_ports

http_access deny CONNECT !SSL_ports

# INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCESS FROM YOUR CLIENTS

http_access allow coba

http_access deny all

icp_access allow coba

icp_access deny all

always_direct allow coba

visible_hostname proxy.coba.coba

cache_mgr herusm@yahoo.com

cache_effective_user nobody



# cp squid.conf /usr/local/squid/etc/squid.conf (mengcopy hasil editan squid.conf ke directori tersebut )
# cd /usr/local/squid/log (masuk directory)

# touch -f access.log (membuat file)

# touch -f cache.log

# chown -R nobody:nogroup access.log

# chown -R nobody:nogroup cache.log

# chmod 777 access.log

# chmod 777 cache.log

#/usr/local/squid/sbin/squid –z
( buat swap directory )
#/usr/local/squid/sbin/squid –sYD
( menjalankan squid )

SELAMAT MENCOBA
SEMOGA BERHASIL......
Baca selengkapnya - Install proxy di freeBSD

pengertian server,router,mail server etc.

1. SERVER
Komputer yang bertugas sebagai pelayan jaringan. Server mengatur lalu lintas data dalam sebuah jaringan dan menyediakan resource yang dapat dipakai oleh komputer lain yang terhubung dalam jaringannya. Server merupakan piranti khusus dalam jaringan komputer yang menjadi tempat bagi semua nodes di dalam jaringan untuk bisa melakukan resource sharing. Server melayani semua nodes, jika nodes membutuhkan. Server ada beberapa macam, yaitu: printer server, file server, disk server, dan database server. Server bisa bersifat dedicated, artinya server tidak bisa dipergunakan sebagai nodes untuk komunikasi, ada juga yang bersifat non-dedicated, yaitu selain berfungsi sebagai server juga dapat dipergunakan sebagai titik masuk untuk berkomunikasi di dalam jaringan. Cara seperti ini populer dengan istilah client-server.

2. ROUTER
Sistem yang digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan. Perangkat yang berfungsi dalam komunikasi WAN atau menghubungkan dua network yang berbeda. Menempati layer 3 pada sistem layering OSI ( network) sehingga memiliki kemampuan routing atau pengalamatan paket data baik secara static atau dinamik. Sebuah komputer atau paket software yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih network yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat tujuan dan alamat asal dari paket data yang melewatinya dan memutuskan rute yang harus digunakan oleh paket data tersebut untuk sampai ke tujuan.

3. WEB SERVER
Suatu program (dan juga mesin yang menjalankan program) yang mengerti protokol HTTP dan dapat menanggapi permintaan-permintaan dari web browser yang menggunakan protokol tersebut.

4. MAIL SERVER
Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa FTP.

5. SAMBA
Samba merupakan file sharing, jembatan penghubung antara windows dan linux, samba menggunakan akses SMB (SERVER MESSAGE BLOCK) yang dipandukan dengan net bios, net bios kepanjangan dari (Network Basic Input Output System), ini pada mesin pencari windows dan menterjemahkan ke jaringa Unix/Gnu Linux. sehingga pengguna di jaringan Unix dapat berbagi resouce pula dengan pengguna sistem windows.

6. PROXY
Mekanisme dimana satu sistem menyediakan diri untuk sistem lain sebagai tanggapan atas permintaan untuk suatu protokol. Sistem Proxy digunakan dalam pengelolaan jaringan untuk mencegah implementasi tumpukan protokol sepenuhnya dalam perangkat yang sederhana, misalnya sebuah modem.

7. SWAP
Proses memindahkan sebagian program dari memori utama ke media penyimpan eksternal sehingga potongan lain program tersebut dapat dipindah dari media simpan eksternal ke memori utama. Proses ini mengurangi efisiensi kerja komputer, tetapi mengijinkan sistem untuk menjalankan program dengan memory kecil.

8. KERNEL
Inti dari sistem operasi LINUX, berisi semua layanan yang disediakan sistem operasi untuk pemakai. Berisi beberapa komponen paling mendasar sistem operasi. Kernel mengelola penjadwalan dan context switching, exception handling dan interrupt handling serta sinkronisasi multiprocessor.

9. QUOTA
Fungsi Quota adalah untuk mengatasi agar masing masing user tidak dapat menyimpan data melebihi kapasitas yang diizinkan.

Baca selengkapnya - pengertian server,router,mail server etc.

Senin, 01 Februari 2010

Konfigurasi DHCP Server pada Debian 5.0 LENNY




DHCP server sangat berguna untuk memudahkan seorang admin dalam mengkonfigurasi TCP/IP pada setiap clien computer di sebuah jaringan dengan otomatis.Dan sekarang bagaimana cara mengkonfigurasi DHCP server mari kita simak bersama-sama




Berikut adalah langkah-langkahnya :



Sebelumnya anda harus menyiapkan keperluan-keperluan yang dianggap perlu untuk mengkonfigurasi DHCP Server (dalam hal ini saya menganggap bahwa server yang anda punya telah terinstal dengan sistem operasi Linux Debian 5.0 lenny), misalnya CD Debian 5.0 lenny dll.Langkah pertama instal dulu paket DHCP nya, dalam hal ini saya menggunakan paket dhcp3-server caranya ketik perintah instalasi paket serperti dibawah ini, dan jangan lupa untuk memasukkan CD instalasinya :
debian#mount /dev/dvd1 /cdrom
debian#apt-get install dhcp3-server

NB : Selain cara diatas, kita juga dapat menginstalasi paket dengan menggunakan perintah dselect dan memilih nama paket yang telah tersedia. Pastikan lagi bahwa paket dhcp3-server telah terinstal dengan menggunakan perintah :

debian#dpkg –l grep dhcp3-server

dhcp3-server 3.0+3.0.1rc9-2 DHCP Server for automatic IP address



Jika keterangan diatas yang tampil, maka anda telah siap untuk mengkonfigurasi file DHCP server. Adapun nama file tersebut adalah dhcpd.conf yang berada didalam direktori /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Caranya ketikkan perintah editor seperti dibawah ini :

debian#nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf



Nah, jika file konfigurasi dhcp anda sudah terbuka, anda tinggal mengedit sintak-sintak yang ada. Diantaranya yang perlu anda tambah/ubah adalah sebagai berikut :

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.2 192.168.1.100;
domain-name “www.cahsmk.co.cc”;
option domain-name-servers 202.134.1.10, 202.134.0.155;
option routers 192.168.1.1;

option broadcast 192.168.1.255;
}



Keterangan :
option domain-name “ayel-blog.org”; –>di isi dengan domain yang anda miliki.
option domain-name-servers ; -> di isi dengan IP dns yang anda miliki
(nama domain server ini boleh diisi lebih dari satu IP)
subnet 192.168.1.0 (di isi sesuai netwoks anda)
netmask 255.255.255.0 (di isi sesuai dengan network anda)
range 192.168.1.2 192.168.1.100 (di isi sesuai dengan network anda)
option broadcast 192.168.1.255 (di isi sesuai dengan network anda)
option routers 192.168.1.1 (di isi sesuai dengan IP gateway anda)
subnet dan netmask merupakan alamat IP network jaringan yang digunakan dan subnet netmask berdasarkan alamat IP tersebut.Sedangkan range merupakan batasan pemberian IP kepada klien, dari IP 192.168.1.2 sampai IP 192.168.1.100.
Sedangkan option routers diisi berdasarkan IP gateway yang telah ditentukan dalam jaringan anda.
Jika konfigurasi diatas telah anda lakukan, jangan lupa untuk menyimpan hasil konfigurasi anda (ctrl+x tekan "y" enter). Dan jangan lupa pula untuk menjalankan service DHCP Server anda dengan menggunakan perintah :

debian#/etc/init.d/dhcp3-server start
(untuk menjalankan servis)

debian#/etc/init.d/dhcp3-server stop
(untuk mematikan servis)

debian#/etc/init.d/dhcp3-server restart
(menjalankan ulang servis).

Langkah selanjutnya anda tinggal mencoba di klien (windows) dengan mengeset “Obtain an IP address automatically” dan klienpun siap menggunakan IP Address dari server DHCP yang anda buat.
Anda bisa menggunakan perintah dibawah ini pada client :
ipconfig /release (untuk menghapus ip dari server dhcp)
ipconfig /renew (untuk meminjam kembali ip dari server dhcp)
ipconfig /all (untuk melihat secara keseluruhan ip address)
Baca selengkapnya - Konfigurasi DHCP Server pada Debian 5.0 LENNY

Jumat, 27 November 2009

Tips Membuat Wi-Fi Hotspot

Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak. Mulai dari cafe, restoran, sampai hotel pada umumnya menyediakan layanan Internet tanpa kabel ini.

Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.


Sayangnya, tidak semua orang mengerti bagaimana cara membangun infrastruktur Wi-Fi. Kurangnya informasi dan mungkin harga yang agak mahal membuat banyak pemilik tempat usaha enggan untuk membangun hotspot. Padahal, adanya hotspot ini sangat berpotensi untuk menambah daya tarik dan juga bisa menambah penghasilan dari tempat itu sendiri.


Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.


• Tentukan konsep hotspot Anda
Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.

Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.


• Akses Internet yang cukup cepat
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.


• Membuat hotspot tanpa billing
Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu).

Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.

Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).

Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access Point terpisah.


• Membuat hotspot dengan billing
Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.

Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.


• Konfigurasi akses Internet
Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point).

Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat Anda.

Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router Anda.


• Masalah DHCP server
Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.

Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.

Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot.

Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.

• Memantau statistik user
Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Account Table” atau sejenisnya. Di sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem.

Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.

• Enkripsi yang tepat
Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.

•Client yang ingin mengakses
Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah.

Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.

Know How
Walled Garden : Alamat web yang dapat diakses secara gratis tanpa perlu menggunakan login yang biasanya tersedia pada voucher. Anda bisa menentukan beberapa alamat web yang bisa diakses secara gratis tanpa perlu login. Tujuannya adalah agar calon pengguna bisa mencoba kecepatan akses hotspot Anda terlebih dahulu.

Landing Page: Halaman depan sebuah Hotspot. Hotspot yang baik seharusnya dikonfigurasi agar menampilkan halaman ini secara otomatis jika terjadi kesalahan login atau login tidak dikenal. Halaman ini merupakan halaman awal yang muncul sebelum menggunakan hotspot.

Voucher: Kartu yang berisi data login dan informasi konfigurasi jaringan untuk mengakses Internet dalam jangka waktu tertentu.

SMCWHSG44-G dan SMCWHS-POS »Bangun Hotspot dalam Sekejap
Membangun hotspot memang tidak mudah bagi kebanyakan orang. Beberapa produsen tampaknya telah memikirkan hal tersebut. Mereka menyediakan solusi out-of-the-box untuk Anda yang ingin membuat hotspot. Solusi out-of-the-box ini berarti Anda hanya perlu menyediakan koneksi Internet dan melakukan sedikit konfigurasi. Selanjutnya, alat ini akan mengatur semuanya. Anda hanya perlu memberikan voucher kepada calon pengguna. Voucher ini akan dibuat secara otomatis oleh mesin gateway tersebut.

Hotspot gateway dari SMC
CHIP kebetulan mendapatkan pinjaman seperangkat hotspot gateway dari SMC. Hotspot gateway tersebut terdiri dari dua alat, yaitu SMC EliteConnect SMCWHSG44-G (broadband router dengan fungsi hotspot) dan SMCWHS-POS (POS printer untuk mencetak voucher). Anda juga akan mendapatkan sebuah keypad numerik yang nantinya digunakan untuk memasukkan nilai voucher yang ingin dicetak berdasarkan lama online.

Kedua perangkat tersebut bisa bekerja tanpa membutuhkan peralatan tambahan lain. Namun, proses konfigurasi awal membutuhkan PC yang terkoneksi ke perangkat SMCWHSG44-G. Setelah proses konfigurasi selesai, perangkat ini bisa bekerja secara mandiri.

Instalasi relatif mudah
Proses instalasi awal memang agak sedikit membingungkan. Anda akan memperoleh sebuah router, POS printer, dan numeric keypad. Interkoneksi antar ketiga modul ini juga tampak sedikit rumit. Namun, SMC tampaknya sudah mengantisipasi hal ini. Sebuah diagram yang lengkap disediakan dalam buku manual SMC. Dengan adanya diagram ini, proses instalasi kabel antarperangkat bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Setelah selesai melakukan instalasi kabel, proses selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan konfigurasi router. CHIP menggunakan sebuah PC yang terhubung langsung ke port pada router. Setelah menyamakan segmen IP, maka proses konfigurasi bisa dilakukan dengan mudah. Seperti juga kebanyakan perangkat sejenis, SMC menyediakan pengaturan berbasiskan web based management. Artinya, Anda bisa melakukan pengaturan dengan mudah menggunakan browser.

Pengaturan menjadi kunci
Proses pengaturan akan memegang peranan penting. Tanpa proses pengaturan yang benar, bisa jadi hotspot Anda tidak bekerja maksimal.

Pengaturan pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur konfigurasi Internet. SMC mendukung penggunaan gateway sampai dengan empat buah jalur koneksi (router ini menyediakan total lima port switch). Anda bisa memilih untuk menggunakan satu sampai empat buah gateway yang mendukung fungsi load balancing (berdasarkan port maupun alamat IP).

Pengaturan lanjutan yang juga harus Anda lakukan adalah pengaturan keamanan. Anda harus mengatur enkripsi login dan enkripsi untuk koneksi (WEP atau WPA).

Pengaturan terakhir adalah untuk menentukan harga sewa dari hotspot Anda. Harga sewa ditentukan per unit. Sementara itu, setiap unit memiliki durasi waktu tertentu. Semuanya bisa diatur dari interface web router ini.

Setelah proses konfigurasi selesai, maka sistem akan otomatis meminta Anda untuk melakukan restart router. Klik tombol “Restart” dan tunggu sekitar 10 detik sampai sistem menampilkan kembali layar login.
a
Tahap uji coba
Setelah semua proses konfigurasi selesai, maka Anda sudah siap untuk mencoba hotspot Anda. Cara mencetak voucher sebenarnya sederhana saja. Anda hanya perlu mengetikkan jumlah unit pada keypad numerik yang disediakan. Misalkan, Anda mengetikkan angka “0”, “2”, dan “Enter”, maka voucher akan dicetak dengan nominal dua unit. Waktu per unitnya merupakan waktu yang telah Anda tentukan sebelumnya. Nominal harga per unit yang tercetak juga sudah ditentukan oleh Anda dalam pengaturan sebelumnya. Sebagai tambahan, alat ini juga akan mencetak konfigurasi jaringan yang harus diatur oleh calon pengguna pada notebook/PDA-nya.

Akhir Kata
Hotspot atau tempat mengakses Internet dengan menggunakan Wi-Fi memang bukan lagi merupakan barang baru. Tetapi apakah memang sudah saatnya Anda menyediakan layanan ini di tempat Anda (restoran, kafe, atau toko buku)?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menyediakan layanan ini. Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah target konsumen yang biasanya mampir ke tempat Anda. Jika selama ini tempat Anda hanya dijadikan tempat “mangkal” orang-orang yang tidak terbiasa dengan peralatan ber-Wi-Fi, menyediakan hotspot tidak akan memberikan nilai tambah bagi pengunjung.

Sebaliknya, bila pengunjung tempat Anda merupakan kaum eksekutif, maka menyediakan Wi-Fi akan memberikan nilai tambah yang sangat potensial. Anda pun bisa mendapatkan pemasukkan ekstra dengan menjual voucher hotspot.

Pertimbangan lainnya adalah aspek ekonomis. Pengeluaran bulanan Anda otomatis akan bertambah dengan adanya hotspot. Pemilihan jenis koneksi dan kecepatan yang tepat tentunya berperan untuk memberikan nilai ekonomis. Jangan sampai Anda memilih koneksi Internet yang cepat dan mahal, tetapi tidak banyak digunakan oleh pengunjung (alias mubazir). Dari sisi pemasukan, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan voucher yang dibeli oleh pengunjung. Selain itu, pengunjung juga kemungkinan besar akan memesan makanan/minuman ekstra selama mengakses hotspot Anda. Ini juga berarti pemasukkan ekstra untuk Anda.
Baca selengkapnya - Tips Membuat Wi-Fi Hotspot

Jumat, 06 November 2009

Instalasi Windows 2000 Server


Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.

1 Persyaratan Hardware dan Software
Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :





spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.
Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan semakin baik.
Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu :

• Windows NT Server 3.51

• Windows NT Server 4.0

Masing-masing sistem operasi tersebut harus diinstal Service Pack minimal versi 3 sebelum diupgrade ke Windows 2000 Server. Anda dapat menginstal lebih dari satu sistem operasi dalam satu harddisk dengan syarat sistem partisi pada harddisk Anda memenuhi persyaratan untuk sistem operasi yang akan diinstal. Prosedur lebih lanjut mengenai instalasi dual boot akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.

2 Persyaratan File System dan Partisi

Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap jenis sistem operasi yang dapat disimpan dalam harddisk. Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga Anda harus menentukan file system yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.
Sistem operasi Windows NT baik versi Server maupun Workstation hanya mendukung sistem file FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000 mendukung sistem file FAT16, FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan dukungan sistem file terhadap setiap jenis sistem operasi terutama jika Anda ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam sistem operasi Windows dapat dilihat pada tabel berikut :





cukup memahami penggunaan utility FDISK sehingga tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun help file dalam MS DOS.

2.4 Pilihan Metode Instalasi
Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :

1) CDROM Bootable

Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda harus mengkonfigurasi BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan text based akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan Windows 2000 dan sistem partisi yang digunakan.

2) Setup Disk

Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak merekomendasikan cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat digunakan secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup disk dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.

3) Instalasi dari OS lain

Apabila anda telah memiliki sistem operasi lain di komputer, maka dapat langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan CDROM Windows 2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.



Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua. Sedangkan untuk mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah option ke-1. Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke harddisk, booting ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana instalsi dengan CDROM bootable.

2.5 Praktek Instalasi Windows 2000 Server

Untuk menginstal sebuah sistim oprasi windows 2000 server maka yang akan anda siapkan adalah sebagai berikut….

1. Siapkan 1 buah pc lengkap dengan kapasitasnya untuk menginstalwindows 2000 server
2. setting bios dengan first boot pada cdrom
3. masukan cdrom installer win2000server
4. dan akan tampil tampilan spt ini ketika cdinstaller diload oleh komputer
5. press f6 jika anda ingin menginstall additional SCSI adapters atau storage devices
6. tambahan jika tidak lewatkan saja dgn tanpa memencet tombol f6,



7. selang beberapa waktu akan tampil tampilan welcome setup



8. tekan enter untuk melanjutkan installasi selanjutnya Anda akan diminta utk membaca agrremen instalasi silahkan dibaca lalu tekan tombol F8, selalnjutnya anda diminta utk menentukan partisi



9. kemudian anda akan diminta untuk membuat sebuah partisi yang akan digunakan sebagai partisi sitem nanti silahakan tentukan besar pertisi anda dan kemudian tekan enter



10. buatlah 2 partisi 1 partisi untuk sistem anda dan satu partisi untuk data server anda tentukan besar partisi sesuai dengan keinginan anda


11. tekan enter dan akan tampil tampilan seperti dibawah ini maka pilih opsi pertama untuk memformat dengan sistem file NTFS

12. dan sistem segera melakukan pemformatan pada hardisk yang akan diinstall sistem windows 2000 server

13. setelah hardisk sitem selesai di format maka windows akan mengcopy file file yang dibutuhkan dalam instalasi

14. setelah file file selesai di copy ke dalam hardisk sistem selanjutnya windows melakukan inisialisasi konfigurasi dan sesaat kemudian restart , kemudian startup untuk melanjutkaninstakasi dalam bentuk GUI




15. selanjutnya tampil jendela welcome setup wizard dari windows untuk melanjutkan proses instalasi berikutnya

16. klik next untuk memulainya dan windows akan melakukan pendeteksian untuk penginstallan device device pada server anda

17. setelah selesai melakukan instalasi pada device device server anda, maka tiba saat nya untukmelakukan regional setting utk menentukan sistem local, layout keyboard, dsb, sesuai dengankebutuhan anda

18. kemudian klik next dan isikan nama anda pada tampilan berikut nya berikutnya

19. setelah mengisinya klik next anda diminta mengisi number licensi key pada produk windows perhatikan dengan benar dan teliti

20. setelah selesai di isi klik next dan akan tampil wizard licensing mode yang bertujuan untuk menetapkan berapa jumlah client yang akan konek ke server anda nanti,

21. setelah itu klik next dan isikan nama administrator berikut passwordnya di kolom bawahnya

22. klik next utk melanjutkan dan tampil wizard windows 2000 component klik next saja, karena kita bisa menambahkan komponen komponen yang diperlukan nanti setelah instalasi selesai

23. Klik next dan sesuaikan tanggal dan zona waktu dengan waktu daerah anda

24. Klik next kemudian windows akan menginstal software network server anda

25. setelah selesai maka windows akan menginstall komponen untuk server
anda

26. kemudian melakukan final installation utuk menyelesaikan semua instalasi

27. setelah selesai maka akan tampil wizard yang memberitahukan bahwa instalasi telah selesai d ilakukan

28. klik finish kemudian windows akan restart untuk memulai sistem operasi windows
2000 server kita untuk pertama kali nya

29. dan kemudian akan tampil jendela awal ketika anda akan masuk ke dalam server yang meminta anda menekan tombol ctrl + alt + del pada keyboard anda

30. tekanlah ctrl + alt + del dan jendela login disuguhkan kehadapan anda

31. sekarang anda sudah bisa menggunakan server anda namun silahkan masukan
password administrator yang tadi telah anda buat, setelah anda memasukan password anda dan logon ke dalam server maka anda akan menemui sebuah wizard configure your server untuk melakukan tahap tahap konfigurasiserver anda berikutnya,
Baca selengkapnya - Instalasi Windows 2000 Server

Jumat, 30 Oktober 2009

Membuat antena wajan bolic


1. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Antena Wajan Bolic.

· Wajan berdiameter minimal 45 cm

· USB wirelles 11 MB + kabel

· Kaleng berdiameter 10 cm dengan tinggi 15 cm

· Sok drat luar dan dalam masing – masing (2 buah)

· Paralon 0,5” inch

· Bor

· Mur

· Gergaji besi

2. Langkah – langkah pembuatan Wajan Bolic

a. Lubangi wajan tepat ditengah sesuai dengan ukuran baut yang digunakan sebagai penyangga.

b. Potong paralon setinggi kaleng ditambah jarak dasar wajan ke kaleng setinggi 5 cm. Dan belah sebagian paralon sebagai penjebit USB Wirelles.

c. Potong sok drat luar sehingga berbentuk seperti gambar berikut.

d. Lubangi bagian dasar kaleng pas di tengah sesuai ukuran mur. Dan sekaligus lubangi bagian samping kaleng sesuai ukuran USB wireless untuk menghubugkan kabel USB ke USB wireless.

e. Pasang USB pada paralon yang telah di belah. Dan ikuti dengan memasang sok drat luar. Seperti gambar berikut.

f. Masukkan USB yang telah dipasang pada paralon tadi kedalam kaleng dan pasang kabel USB melaui lubang pada bagian samping kaleng.

g. pasang kaleng yang telah ada USB pada wajan
Baca selengkapnya - Membuat antena wajan bolic

Sabtu, 24 Oktober 2009

Setting Server dan Client

Setelah komputer-komputer terhubung dalam satu bentuk topologi (mis; Star) maka kita siap melakukan pengaturan-pengaturan. Nyalakan PC Server (pastikan bahwa PC server telah terkoneksi ke Speedy Broadband). Koneksi Speedy ke server dilakukan oleh pegawai PT. Telkom atau bila kita ingin melakukannya sendiri, kita tinggal meminta nomor speedy+password, IP dan DNS dari Telkom setelah aplikasi permohonan berlangganan kita di terima (cari yang aman saja lah hehehe…) buka command prompt dari start menu – programs – accessories – command prompt. Ketik “ping www.google.com” tanpa tanda petik ya...



Apabila PC server kita telah terkoneksi dengan internet melalui speedy maka kita akan dapatkan “Reply from 72.14.203.174:..." artinya bahwa koneksi berhasil diterima.
Nah, sekarang kita akan menseting jaringan yang baru kita kerjakan tadi…..


Buka command prompt dan ketik “ipconfig /all” tekan ENTER (tanpa tanda petik). Di sini akan terlihat IP Address, DNS server, dan Default Gateway (NIC 1 milik speedy dan NIC 2 masih kosong). Catatlah pada selembar daun lontar eh kertas maksudnya :) nomor-nomor tersebut. IP Address yang digunakan biasanya berada di kelas C.
Misalnya NIC 1 terisi :
IP address : 192.168.1.2
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1 (IP Address di ADSL modem)
DNS server : 202.134.0.15 (DNS dari ISP / Speedy)
Alternative DNS : 202.134.0.10

Buka Control Panel – Network connectin. Klik ganda pada Local Area Connectin 2 (NIC2)

Cari pilihan Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Klik pada bagian Use the following IP address kemudian isikan seperti berikut :
IP address : 192.168.0.1
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.2 (IP Address di NIC 1)
DNS server : 202.134.0.15
Alternative DNS : 202.134.0.10

Setelah diisi, klik OK kemudian closse

Pada posting terdahulu bahwa NIC 1 terhubung ke ADSL modem dan NIC 2 terhubung ke switch. NIC 2 inilah yang akan kita share ke komputer client.
Sebelum melakukan sinkronisasi antara PC server dan PC client terlebih dulu kita mengisi IP address di semua komputer client. Carane …. :

Nyalakan komputer klien semua. Agar lebih mudah, lakukan penyetingan mulai dari komputer klien nomor 1.
Buka Control Panel – Network connectin. Klik ganda pada Local Area Connectin
Cari pilihan Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Klik pada bagian Use the following IP address kemudian isikan seperti berikut :
IP address : 192.168.0.2 (IP Address client 1)
Subnet : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.0.1 (IP Address di NIC 2 server)
DNS server : 202.134.0.15
Untuk client 2 dan seterusnya, ikuti langkah nomor 2 di atas. Anda tinggal mengganti IP address ke 3,4,5 ….. dst.
Baca selengkapnya - Setting Server dan Client

Transmisi Data pada jaringan

Transmisi data ditentukan oleh media dan cara.
I.1. Media Transmisi
Bentuk fisik (wujud) sinyal.

1. Guided Media (berarah)
1. Kabel (kawat, wire) mencakup:
1. twisted pair (lihat gambar kabel TP)
* Unshielded Twisted Pair (UTP)
* Shielded Twisted Pair (STP)
2. coaxial (lihat gambar kabel coaxial, konektor dan T-konektor)



Dari kiri :
- Kabel Coaxial
- Kabel konektor
- Kabel T-Konektor

* Community Antenna TeleVision (CATV), thin wire
Diameter 1/4inch, impedansi 75ohm, digunakan broadband (analog)
* Thick wire
contoh: RG58, diameter 0,4inch s/d 1 inch, impedansi 50ohm, digunakan baseband
2. Fiber optik (optical fibre)



Kabel Fiber Optik
1. single mode
2. multi mode
3. Multi graded index

Sumber sinyal
* Light Emitting Diode (LED)
* Injection Laser Diode (ILD)

Perbandingan:
* Biaya: dari termurah STP, UTP, Coax, dan termahal fiber optik
* Kapasitas:
Max data rate bandwidth Jarak antar repeater
Twisted Pair 4Mbps 250MHz 2-10km
Coaxial 500Mbps 350MHz 1-10km
Fiber Optik 2Gbps 2GHz 10-100km
2. Unguided media (tidak berarah)

Udara/atmosfir sebagai media transmisi gelombang elektromagnetik (radio).

Hubungan antara bandwidth dan kapasitas ditulis: C=2W dengan C adalah kapasitas (bps) dan W adalah bandwidth (Hz).

Semakin tinggi frekuensi, pancaran semakin terarah.

Pensinyalan

1. Media analog
2. Media digital



MEDIA DATA

Analog Digital
Analog X (1)
Digital (2) X

Komunikasi data dari analog ke analog atau dari digital ke digital dapat langsung dilakukan.
Baca selengkapnya - Transmisi Data pada jaringan

Kamis, 15 Oktober 2009

Membangun Web server pada jaringan local (LAN)

WEB atau istilah lengkapnya web site atau juga sering disebut home page adalah suatu halaman yang berisi sejumlah informasi yang dapat diakses dan dibaca melalui system jaringan dengan menggunakan program browser. Informasi yang dapat ditampilkan lewat web dapat berupa tulisan, gambar, dan bahkan audio visual pun bisa ditampilkan. Untuk contoh terakhir misalnya berita televisi liputan 6 dari SCTV bisa diakses dari internet dengan alamat www.liputan6.com. Untuk memasang web agar bisa di baca oleh orang lain dari komputer lain didalam system jaringan, baik jaringan local (LAN) maupun jaringan berbasis luas (WAN dan Internet) maka memerlukan program yang dapat memberikan layanan web atau web server. Web server ada yang dibuat secara terpadu dengan program system operasi dan secara terpisah. Program web server ada banyak jenisnya, seperti apache, abbys, xitami dan IIS. Untuk program web server IIS sudah menjadi satu paket di dalam system operasi Windows 2000 server.


Tujuan penulisan ini adalah :
1. Menjelaskan prinsip kerja web server
-:- Konfigurasi web server dengan IIS dan DNS pada jaringan LAN -:-
2. Menjelaskan langkah-langkah Instalasi dan konfigurasi web server
3. Menjelasakan konsep DNS Server

Pembahasan
1. Prinsip kerja program web server
Prinsip kerja program web server adalah memberikan informasi yang diminta oleh komputer client dan melayani setiap permintaan yang datang dari manapun. Informasi akan dikirimkan oleh komputer server dan akan diterima dan dibaca oleh komputer client melalui program browser. Urutan kerja web server adalah sbb :

o Komputer client mengetikan alamat komputer server missal, www.movingcel.com dari program browser.
o Komputer server www.movingcel.com akan memberikan informasi berupa halaman utama atau index.html yang akan dibaca dari komputer client, Alamat Web
o Komputer client memilih informasi yang diinginkan dengan menekan tombol link, misalnya pilihan harga, server akan memberikan tampilan seperti pada
o Komputer Server kemudian mengirimkan informasi yang di inginkan olehclient sehingga muncul dan dibaca di komputer client. Informasinya berupa Tombol-tombol Link

2. Langkah-langkah instalasi dan konfigurasi web Server

Mendefinisikan Web Site
1. Jalankan program Internet Service Manager yang telah terinstal di komputer server dengan cara klik tombol Star > Program > Administrative Tools > Internet Service Manager, hingga muncul tampilan IIS
2. Dari tampilan program IIS, kemudian buat sebuah web site dengan langkah klik tombol action hingga muncul menu, lalu pilih New >>Web Site,
3. Kemudian muncul ucapan selamat datang pada program panduan (wizard) untuk membuat web site, lalu pilih tombol Next hingga muncul tampilan. Untuk bagian description isi nama web site yang akan kita buat, misalnya : movingcel.com lalu pilih next :
4. Selanjutnya pilih tombol next, hingga muncul tampilan menu untuk pemilihan IP Address dan nomor port untuk web site.
5. Pada langkah berikutnya pilih tombol Next, hingga muncul menu untuk memilih lokasi direktori tempat menyimpan data data web site.
6. Berikutnya pilih tombol Next, hingga muncul tampilan pengaturan hak akses web. Pilih dengan memberi tanda centang.
7. Selanjutnya pilih tombol Next, hingga muncul konfirmasi bahwa proses pembuatan web site secara terpandu sudah selesai, lalu tekan tombol finish untuk mengakhirinya
8. Setelah menekan tombol finish, maka akan kelihatan pada program IIS akan muncul nama web site yang dibuat dengan sejumlah file dan direktori yang ada.
Mengkonfigurasi Server Extensions
Setelah pendefinisian web site telah selesai, maka dilanjutkan dengan pengaturan konfigurasi server extension. Dengan langkah sebagai berikut :
1. Dari menu IIS, kemudian pilih dan klik tombol action >> All Tasks >> Configure Server Extension,
2. Kemudian muncul tampilan selamat dating pada program server extension configurations
3. Kemudian pilih Next, hingga muncul tampilan pembuatan kelompok windows
4. Pilih Next, hingga muncul tampilan
5. Pilih Next, sehingga akan muncul tampilan untuk pengisian email server. Pada dialog ini kita pilih No, IĆ¢€™ll do it latter. Hal ini karena pada Windows 2000 server belum dilengkapi dengan program mail server.Sehingga untuk penggunaan email, perlu bantuan program yang lain.
6. Selanjutnya kita pilih Next, hingga muncul tampilan finish yang menginformasikan bahwa kegiatan konfigurasi server extension sudah selesai.

Mengkonfigurasi DNS (Domain Name Sytem ) Server
DNS merupakan suatu protocol yang berfungsi untuk menjembatani antara alamat jaringan dalam bentuk IP addres yang berupa angka. angka menjadi kata-kata yang mudah di ingat dan dapat menjadi identitas dari suatu lembaga. Dalam konfigurasi DNS Server ini terdiri dari dua kelompok, yaitu :

Mendefinisikan New Zone
1. Jalankan program DNS dengan cara pilih tombol Start >> Program >> Administrativ Tools >> DNS.
2. Buat New Zone dengan cara klik Action lalu pilih New.
3. Sehingga akan muncul tampilan ucapan selamat datang dalam pembuatan new zone
4. Pilih Next, hingga muncul tampilan pemilihan zone type lalu pilih standard Primary.
5. Pilih Next, hingga muncul tampilan pengisian nama zone yang mau dibuat. Ketik movingcel.com,
6. Pilih Next, hingga akan tampil nama file movingcel.com.dns sebagai tanda telah berhasil pembuatan zone baru movingcel.com,
7. Pilih Next, sehingga akan muncul informasi bahwa pembuatan zone baru secara terpandu telah selesai, lalu tekan tombol finish untuk mengakhiri proses pembuatan zone movingcel.com,
8. Setelah tombol finish ditekan, maka akan tampil jendela zone yang sudah dibuat movingcel.com


Mendefinisikan New Host
Dalam pendefinisian new host ini dimaksudkan agar alamat web menjadi komplit dari yang movingcel.com menjadi www.movingcel.com. Langkah langkah pembuatan new host adalah sebagai berikut :
1. Dari tampilan DNS kemudian cari nama web site yang sudah dibuat dalam zone Create.
2. Dari tampilan DNS kemudian pilih tombol action atau pilih movingcel.com kemudian klik kanan hingga muncul menu pop up, lalu klik new host
3. Pilihan pembuatan new host akan memunculkan menu new host.a lalu kita isi name : www dan ip address : 219.200.20.231
4. Pada gambar 33.b pilih tombol Add Host lalu tekan tombol Done, sehingga jika proses pembuatan berhasil akan muncul tampilan yang memberikan informasi bahwapembuatan new host telah sukses
5. Kemudian muncul tampilan lanjutan pembuatan new host
6. Dengan menekan tombol done, maka akan muncul menu DNS dengan tambahan www pada bagian forward zone movingcel.com.
7. Melakukan pengaturan property web site
Pengaturan ini dimaksudkan agar setiap kita mengakses web site dengan mengetikan alamat www.movingcel.com pada address bar program browser (internet explorer) maka server akan mengarahkan kita untuk membuka file index.html sebagai halaman utama web site tersebut. Langkah pengaturan web site sebagai berikut :
1. Masih dari program IIS, kemudian pilih nama web site yang ada : movingcel.com lalu pilih tombol action, hingga muncul menu pop up lalu klik tombol properties
2. Pemilihan menu properties pada movingcel.com akan memunculkan dialog
3. Pilih tab Documents untuk pembuatan file index.html dengan cara pilih tombol add lalu ketik nama file inde.html pada kotak isian
4. Pembuatan file index.html sudah berhasil, tampak pada gambar 40.a dengan posisi masih dibawah, sehingga perlu digeser keatas dengan menekan tombol naik di sebelah kiri nama file hingga berada paling atas sudah jadi masih di bawah. ke posisi atas
5. Proses pengaturan web site : movingcel.com sudah selesai, lalu tekan tombol ok maka web site sudah dapat di jalankan dengan cara membuka program browser (internet explorer) dari komputer server dan komputer yang lain, lalu pada bagian address bar ketik : http://www.movingcel.com Jika mampu program browser mampu menampilkan halaman seperti gambar 41, maka proses konfigurasi web server (IIS) dan DNS server telah berhasil. Jika belum maka ulangi langkah- langkah tersebut diatas dengan teliti dan hati-hati.

Kesimpulan
Dengan adanya program IIS sebagai web server, menjadikan Windows 2000 server dapat dijadikan web server yang dapat digunakan pada jaringan local (LAN) maupun jaringan dunia (internet). Sedangkan DNS Server mempunyai kemampuan untuk mengubah alamat yang berupa angka-angka IP addres yakni : 219.200.20.231

Dengan demikian adanya kombinasi antara IIS dan DNS kita dapat menjadikan suatu komputer sebagai web server yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, baik untuk pendidikan, administrasi pemerintahan maupun kegiatan bisnis yang bersifat local atau internasional.
Baca selengkapnya - Membangun Web server pada jaringan local (LAN)

Lencana Facebook

 

Copyright 2009 Andy's blog. All rights reserved.
Blogger Templates created by Deluxe Templates
WordPress Themes designed by EZwpthemes