Selasa, 10 November 2009

Setting GPRS untuk hp IMO atau Phonsel philips

Bagi andan yang mempunyai HP IMO yang belum di setting gprs atau MMS nya dapat anda setting dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut,dalam setting kali ini dilakukan secara manual:

Kunjungi link berikut ini:

http://rapidshare.com/files/174782580/GPRS_SETTINGS.xls.html

Gunakan microsoft Office 2003 ke atas.

Untuk setting WAP, Khususnya GPRS dan MMS,karena jenisnya WAP 1.0, maka tipe C2000, G306,TV600 dual on,C2000dual on, cara setting nya demikian :
1.Masuk menu layanan net atau net service
2.Browser, kemudian pengaturan/setting WAP
3.Pengaturan link, kemudian pilih salah satu link
4.masukan data dari salah satu operator link diatas
5. Mulai dari nama pengguna/user name
6.Lalu password/sandi
7.Titik akses/akses point
8.Gateway IP/alamat IP/Internet protokol
9.Port
10.Setelah selesai, kembali ke menu pengaturan browser
11.Pengaturan Homepage, masukan homepage/alamat operator yang kita pakai
12.Kemudian keluar lagi, masuk menu pengaturan WAP
13.Masukan Url, alamat yang kita tuju, misal :http://wap.cbn.net.id ,dll
14.Alamat yang dituju, harus menggunakan format wap, bukan www

Untuk setting MMS, tipe C2000,G306,C2000dual on,TV600dual on, setting nya berikut ini :
1.Masuk menu pesan/message
2.pengaturan messsage, lalu MMS
3.Pengaturan network
4.Pilih salah satu SIM,usahakan yang paling atas
5.Masukan data dari link diatas untuk MMS
6.Pusat MMS,Gateway/jalur akses,Port,Nama pengguna,password,titik akses/akses point
7.Setelah selesai, kembali ke menu PESAN
8.Tulis pesan, MMS
9.Masukan data berikut
10.penerima
11.EDit judul
12.Edit isi MMS
13.Kirim

Untuk setting hp IMO maupun PONSELPHILIPS selain tipe diatas,

Kunjungi link berikut ini:


http://rapidshare.com/files/174782580/GPRS_SETTINGS.xls.html


Cara masukan data agak sedikit berbeda karena menggunakan jalur akses WAP 2.0
maka setting GPRS maupun MMS menggunakan 2 kali penyettingan.
Langkah awal yaitu kita masukan data rekening/akun data/data layanan,menu ini terdapat di menu service/layanan
1.Kemudian pilih GPRS
2.Pilih salah satu operator yang paling atas
3.Lalu ubah datanya, dengan salah satu data dari link diatas yang sesuai dengan simcard kita, masukan nama rekening sesuai dengan operator simcard kita ( dalam link diatas gunakan data GPRS, Bukan data MMS )
4.Masukan juga data APN, nama pengguna,sandi
5.Otentifikasi/otentification gunakan yang normal
6.Setelah selesai, kembali
7.Pilih operator kedua
8.Ubah datanya dengan data link diatas, pilih yang data MMS,sesuaikan dengan simcard kita
9.Lalu data entri, masukan juga sama
10.APN,nama pengguna,sandi ( pilih yang data MMS )
11.Selesai kembali ke menu awal
12.WAP, lalu pengaturan/setting
13.Setting network/atur jaringan
14.Pilih operator yang paling atas
15.Pilihan, ubah/change
16.Nama profil/profil name ( isi dengan data dari link diatas yang GPRS, misal TELKOMSEL GPRS )
17.Homepage, gerbang/IP, port ( isi dengan data dari link diatas yang GPRS)
18.Data rekening, memilih/Ubah/Change
19.Pilih GPRS, ok
20.Pilih urutan no.1 ( yang sesuai dengan data awal yang tadi kita masukan )
21.Ok
22.Kembali ke menu awal
23.Pilih Service, WAP, penghubung/masukan URL/masukan lamat, isi dengan alamat wapsite yang kita inginkan ( misal http://wap.cbn.net.id )

Yang terakhir setting MMS nya.
1.Masuk menu pesan/message, pilih MMS
2.Pengaturan MMS
3. Masukan data sesuai dengan link diatas, pilih yang data MMS (sesuaikan dengan simcard anda)
4.Selesai, kembali menu pesan/message
5.MMS, tulis Pesan,edit penerima, edit judul, edit isi
6.Selesai semua editan, kemudian kirim


Semoga settingan ini bermanfaat, dan anda tidak perlu kuatir tidak menggunakan menu WAP dan MMS.
Sebagai catatan, setting yang terdapat dalam link diatas hanya berlaku untuk operator di Indonesia.

Disini kami berikan copy pastelink nya lagi :
http://rapidshare.com/files/174782580/GPRS_SETTINGS.xls.html

Jika ada kesulitan, coba hubungi service center IMO yang terdekat di kota anda. Surabaya : Ruko Pengampon Square C-19, Jl. Semut Baru/ Telp : (031)71449144 dan (031)91083591
Baca selengkapnya - Setting GPRS untuk hp IMO atau Phonsel philips

Jumat, 06 November 2009

Output Device

Output Device adalah peralatan yang digunakan untuk melihat atau memperoleh hasil pengolahan data / perintah yang telah dilakukan oleh komputer.
Contoh-contoh output Device adalah :
1. Monitor
Monitor merupakan alat output yang paling umum dan berfungsi untuk melihat hasil pengolahan data pada layar, baik berupa karakter, gambar maupun warna.
Secara umum, monitor terbagi atas :
A. CRT (Cathode Rays Tube)
Merupakan monitor yang berfungsi dengan prinsip penembakan sinar katoda. Bentuk fisik monitor ini sama dengan televisi namun secara umum hanya terdiri dari 4 blok, yaitu video, vertikal, horisontal dan power supply. Monitor type ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain adalah : Membutuhkan daya yang besar, menghasilkan panas yang cukup tinggi, memiliki bentuk fisik yang besar (walaupun ada juga yang memiliki dimensi yang kecil namun tetap tidak praktis karena gambar yang dihasilkan tetap kecil) dan memiliki radiasi yang besar (walaupun ada beberapa type yang menggunakan jenis tabung tertentu yang mampu menyerap radiasi yang dihasilkan oleh tembakan CRT). Namun, secara umum monitor ini memiliki harga yang cukup rendah sehingga tetap merupakan peratalan standard dalam unit komputer.



B. LCD (Liquid Crystal Display)
Sistem kerja monitor ini jauh berbeda dibandingkan dengan CRT. LCD menggunakan cairan kristal khusus yang berpendar apabila dilalui oleh sinyal listrik sehingga menghasilkan bentuk dan warna. Kelemahan LCD adalah harganya yang cukup mahal dan komponen fisik yang ada amat rentan terhadap gangguan, namun LCD juga memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah : hanya memerlukan daya yang rendah (Tegangan yang digunakan cuma 12 Volt), bentuk fisik yang kecil dan ramping sehingga mudah ditempatkan serta tidak menghasilkan radiasi.



2. Printer
Printer berfungsi untuk mencetak output yang dikeluarkan oleh Process Device. Secara garis besar, printer terbagi atas 3 bagian, yaitu :
A. Printer Dot Matrix
Jenis ini disebut dengan “Dot Matrix” karena hasil cetakan dibentuk oleh hentakan jarum pada pita yang membentuk karakter berupa titik-titik yang beraturan. Oleh sebab itu, maka suara yang dihasilkan oleh printer jenis ini jauh lebih besar dan kasar dibandingkan dengan jenis printer lainnya. Kehalusan hasil cetakan ditentukan oleh banyaknya jarum yang digunakan. Minimal jumlah jarum yang digunakan adalah 9 pin dan maksimal adalah 24 pin. Salah satu contoh printer yang menggunakan 9 pin adalah Epson LX-300 dan 800, sedangkan yang menggunakan 24 pin adalah LQ (Letter Quality) 1170 dan 2180. Bentuk printer jenis ini juga terdiri dari beberapa macam, ada yang hanya mampu mencetak dengan ukuran folio, dan ada pula yang mampu mencetak dengan ukuran double folio. Tinta yang digunakan adalah pita karbon.



B. Printer Inkjet
Sesuai dengan namanya, printer jenis ini mencetak dengan menggunakan semburan tinta cair pada permukaan kertas, sehingga hasil cetakannya jauh lebih bagus, lebih cepat dibandingkan dengan dot matrix. Printer ini juga mampu mencetak warna dengan sempurna, bahkan beberapa jenis printer bahkan mampu mencetak dengan kualitas foto dan mampu mencetak pada permukaan selain kertas (Plastik dan kain). Printer inkjet yang terkenal saat ini adalah Canon BubleJet dan HewlletPackard.



C. Printer Laser Jet
Printer jenis ini memiliki kecepatan dan kualitas cetakan yang jauh melampaui Dot Matrix dan Inkjet. Prinsip kerja printer ini amat mirip dengan mesin Photocopy, yaitu dengan prinsip serbuk tinta dan elemen pemanas. Secara umum, printer ini hanya mampu mencetak dengan dua warna (Hitam dan Putih), namun pada jenis tertentu telah dilengkapi dengan tinta warna sehingga mampu mencetak dengan full color.



3. Plotter
Plotter secara prinsip memiliki fungsi yang sama dengan printer. Yang membedakan secara umum adalah ukuran dan peruntukan dari plotter tersebut. Plotter mampu mencetak pada kertas dengan ukuran A0, dan biasanya digunakan untuk mencetak peta dan gambar ukuran besar lainnya.
Plotter juga mengalami perkembangan yang cukup pesat, yang dimulai hanya dengan menggunakan pena sebagai alat cetak, hingga saat ini telah menggunakan inkjet dan bubuk tinta (Laserjet)



4. Speaker
Fungsi speaker pada komputer sama dengan fungsi speaker pada perangkat audio sistem. Yang membedakan secara garis besar hanyalah pada ukurannya. Speaker pada komputer dibuat seefisien mungkin agar tidak terlalu memerlukan banyak tempat. Namun pada pengguna tertentu terkadang menghubungkan output sound mereka pada perangkat speaker lainnya untuk lebih memberikan kepuasan yang lebih.



Masih banyak lagi output Device yang sering digunakan pada komputer, utamanya pada sistem khusus yang diatur oleh komputer (Misalnya pengontrol robot, dan lain-lain).

Baca selengkapnya - Output Device

Input device pada PC

Input Device berfungsi untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer.

Contoh – contoh input Device adalah :
1. Keyboard
Keyboard atau papan ketik berfungsi untuk memasukkan perintah secara langsung ke dalam komputer yang berupa karakter, baik angka, huruf maupun kode ASCII. Secara fisik, keyboard terbagi atas 4 bagian, yaitu :
- Keyboard Serial
- Keyboard PS/2
- Keyboard Wireless
- Keyboard USB



2. Mouse
Mouse yang dalam bahasa Indonesia berarti “tikus” (Disebut seperti ini karena bentuk dan kabel yang terdapat pada mouse benar-benar menyerupai tikus), berfungsi untuk membantu dalam memberikan perintah kepada komputer dalam bentuk pointer. Secara fisik, mouse juga terbagi atas 4, yaitu :
- Mouse Serial
- Mouse PS/2
- Mouse Wireless
- Mouse USB



3. Trackball
Secara umum, trackball memiliki fungsi yang sama dengan mouse. Yang membedakan pada trackball adalah bentuknya yang menyerupai bola. Sehingga pemilihan pointer menjadi lebih selektif



4. Scanner
Scanner berfungsi untuk memasukkan data gambar ke dalam komputer dan memiliki prinsip kerja yang sama dengan mesin photo copy. Secara umum, scanner terbagi atas 2, yaitu flatbed scanner dan handled scanner.Saat ini, beberapa scanner telah dilengkapi dengan OCR dan software yang mampu membaca citra digital sebagai text sehingga dapat langsung diedit dalam komputer oleh perangkat lunak pengolah kata.



5. Digitizer
Digitizer banyak digunakan oleh kartunis yang membutuhkan koneksi langsung antara coretan yang mereka buat dengan sistem komputer. Digitizer memiliki bentuk menyerupai buku tulis namun lebih tebal dan terhubung langsung dengan komputer melalui port serial atau USB.
6. Kamera
Seiring dengan perkembangan teknologi, pengguna kamera juga telah banyak yang beralih kepada kamera yang memiliki hubungan dengan komputer dengan pertimbangan kemudahan dalam pengeditan dan penambahan komponen.



7. Mic
Pengguna multimedia juga akan dimanjakan dengan fasilitas input ini, karena dengan tersedianya microphone yang terintegrasi dengan sistem komputer dapat mempermudah mereka untuk memberikan beberapa sentuhan efek bagi musik maupun audio.
8. Joystick
Pengguna game akan amat membutuhkan perangkat ini, karena akan memudahkan mereka melakukan manuver-manuver yang sulit dilakukan oleh penggunaan keyboard dan mouse. Jenis joystick yang dapat digunakan pada komputer juga amat banyak, termasuk dengan jenis khusus yang digunakan untuk game balap yang dilengkapi dengan roda kemudi dan pedal.



Masih banyak lagi input Device yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam pemakaian khusus yang memerlukan kontrol langsung dari sistem komputer.
Baca selengkapnya - Input device pada PC

Instalasi Windows 2000 Server


Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.

1 Persyaratan Hardware dan Software
Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :





spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.
Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan semakin baik.
Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu :

• Windows NT Server 3.51

• Windows NT Server 4.0

Masing-masing sistem operasi tersebut harus diinstal Service Pack minimal versi 3 sebelum diupgrade ke Windows 2000 Server. Anda dapat menginstal lebih dari satu sistem operasi dalam satu harddisk dengan syarat sistem partisi pada harddisk Anda memenuhi persyaratan untuk sistem operasi yang akan diinstal. Prosedur lebih lanjut mengenai instalasi dual boot akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.

2 Persyaratan File System dan Partisi

Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap jenis sistem operasi yang dapat disimpan dalam harddisk. Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga Anda harus menentukan file system yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.
Sistem operasi Windows NT baik versi Server maupun Workstation hanya mendukung sistem file FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000 mendukung sistem file FAT16, FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan dukungan sistem file terhadap setiap jenis sistem operasi terutama jika Anda ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam sistem operasi Windows dapat dilihat pada tabel berikut :





cukup memahami penggunaan utility FDISK sehingga tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun help file dalam MS DOS.

2.4 Pilihan Metode Instalasi
Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :

1) CDROM Bootable

Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda harus mengkonfigurasi BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan text based akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan Windows 2000 dan sistem partisi yang digunakan.

2) Setup Disk

Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak merekomendasikan cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat digunakan secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup disk dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.

3) Instalasi dari OS lain

Apabila anda telah memiliki sistem operasi lain di komputer, maka dapat langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan CDROM Windows 2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.



Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua. Sedangkan untuk mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah option ke-1. Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke harddisk, booting ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana instalsi dengan CDROM bootable.

2.5 Praktek Instalasi Windows 2000 Server

Untuk menginstal sebuah sistim oprasi windows 2000 server maka yang akan anda siapkan adalah sebagai berikut….

1. Siapkan 1 buah pc lengkap dengan kapasitasnya untuk menginstalwindows 2000 server
2. setting bios dengan first boot pada cdrom
3. masukan cdrom installer win2000server
4. dan akan tampil tampilan spt ini ketika cdinstaller diload oleh komputer
5. press f6 jika anda ingin menginstall additional SCSI adapters atau storage devices
6. tambahan jika tidak lewatkan saja dgn tanpa memencet tombol f6,



7. selang beberapa waktu akan tampil tampilan welcome setup



8. tekan enter untuk melanjutkan installasi selanjutnya Anda akan diminta utk membaca agrremen instalasi silahkan dibaca lalu tekan tombol F8, selalnjutnya anda diminta utk menentukan partisi



9. kemudian anda akan diminta untuk membuat sebuah partisi yang akan digunakan sebagai partisi sitem nanti silahakan tentukan besar pertisi anda dan kemudian tekan enter



10. buatlah 2 partisi 1 partisi untuk sistem anda dan satu partisi untuk data server anda tentukan besar partisi sesuai dengan keinginan anda


11. tekan enter dan akan tampil tampilan seperti dibawah ini maka pilih opsi pertama untuk memformat dengan sistem file NTFS

12. dan sistem segera melakukan pemformatan pada hardisk yang akan diinstall sistem windows 2000 server

13. setelah hardisk sitem selesai di format maka windows akan mengcopy file file yang dibutuhkan dalam instalasi

14. setelah file file selesai di copy ke dalam hardisk sistem selanjutnya windows melakukan inisialisasi konfigurasi dan sesaat kemudian restart , kemudian startup untuk melanjutkaninstakasi dalam bentuk GUI




15. selanjutnya tampil jendela welcome setup wizard dari windows untuk melanjutkan proses instalasi berikutnya

16. klik next untuk memulainya dan windows akan melakukan pendeteksian untuk penginstallan device device pada server anda

17. setelah selesai melakukan instalasi pada device device server anda, maka tiba saat nya untukmelakukan regional setting utk menentukan sistem local, layout keyboard, dsb, sesuai dengankebutuhan anda

18. kemudian klik next dan isikan nama anda pada tampilan berikut nya berikutnya

19. setelah mengisinya klik next anda diminta mengisi number licensi key pada produk windows perhatikan dengan benar dan teliti

20. setelah selesai di isi klik next dan akan tampil wizard licensing mode yang bertujuan untuk menetapkan berapa jumlah client yang akan konek ke server anda nanti,

21. setelah itu klik next dan isikan nama administrator berikut passwordnya di kolom bawahnya

22. klik next utk melanjutkan dan tampil wizard windows 2000 component klik next saja, karena kita bisa menambahkan komponen komponen yang diperlukan nanti setelah instalasi selesai

23. Klik next dan sesuaikan tanggal dan zona waktu dengan waktu daerah anda

24. Klik next kemudian windows akan menginstal software network server anda

25. setelah selesai maka windows akan menginstall komponen untuk server
anda

26. kemudian melakukan final installation utuk menyelesaikan semua instalasi

27. setelah selesai maka akan tampil wizard yang memberitahukan bahwa instalasi telah selesai d ilakukan

28. klik finish kemudian windows akan restart untuk memulai sistem operasi windows
2000 server kita untuk pertama kali nya

29. dan kemudian akan tampil jendela awal ketika anda akan masuk ke dalam server yang meminta anda menekan tombol ctrl + alt + del pada keyboard anda

30. tekanlah ctrl + alt + del dan jendela login disuguhkan kehadapan anda

31. sekarang anda sudah bisa menggunakan server anda namun silahkan masukan
password administrator yang tadi telah anda buat, setelah anda memasukan password anda dan logon ke dalam server maka anda akan menemui sebuah wizard configure your server untuk melakukan tahap tahap konfigurasiserver anda berikutnya,
Baca selengkapnya - Instalasi Windows 2000 Server

Rabu, 04 November 2009

Cara Mengatasi Troubleshooting PC Lambat

Para user komputer sering menemukan keluhan yang cukup membosankan, yaitu komputernya menjadi lambat. Terkadang saking stressnya
mungkin langsung mengambil solusi untuk menginstall ulang saja, daripada repot mencari permasalahannya, dan itu justru akan memakan waktu lebih banyak.
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menanggapi masalah “komputer yang lambat!”
1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc yang lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE.
Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2. Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.
3. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini
dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.
4. Harddisk yang fail. Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.
5. Bios Settings. Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.
6. Disk type/controller compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.
7. Windows Services, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update
8. Process yang invisible. Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.
9. Disk Fragmentation Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.
10. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce
Hapuslah key yang tidak diperlukan.

Baca selengkapnya - Cara Mengatasi Troubleshooting PC Lambat

Lencana Facebook

 

Copyright 2009 Andy's blog. All rights reserved.
Blogger Templates created by Deluxe Templates
WordPress Themes designed by EZwpthemes